Bahasa Kalbu

Kau satu terkasih

Kulihat disinar matamu

Tersimpan kekayaan batinmu,hmm…

Di dalam senyummu

Kudengar bahasa kalbu

Mengalun bening menggetarkan

Kini dirimu yang selalu Bertahta di benakku

Dan aku kan mengiringi

Bersama disetiap langkahmu

Percayalah hanya diriku paling mengerti

Kegelisahan jiwamu kasih dan arti kata kecewamu

Kasih yakinlah hanya aku yang paling memahami

Besar arti kejujuran diri indah satu sanubari kasih

percayalah ……

Fira
Published in: on 26 Desember 2009 at 1:57 pm  Comments (1)  

Keliru

Di lubuk hatiku tersimpan
Ada rasa bimbang
Yang enggan ku ceritakan
Ternyata baru ku sadari
Sirnanya hatimu
Yang engkau simpan untuknya

( korus 1 )
Aku cinta kepadamu
Aku rindu di pelukmu
Namun ku keliru
Telah membunuh
Cinta dia dan dirimu
ohhhh….

Oh… Tuhan
Maafkan diriku
Telah melangkah lugu
Memberi bimbang di hatinya
Kutahu
Engkau telah berdua
Tak mungkin kurasa
Melepas kasih antara kita

(Korus 2)
Aku cinta kepadamu
Aku rindu dihatimu
Namun ku keliru
Telah membunuh
Cinta dia dan dirimu

By: Ruth Sahanaya

Fira

Published in: on 26 Desember 2009 at 1:32 pm  Comments (1)  

Sepenggal Kata

Menata ribuan kata di langit maya
Menabur benih kelabu hati

Rentang waktu menyisir perih
Menetak luka berkerak nanah

Larik dan bait meramu ulu
Biru lebam mengeram. karam jiwa
Sepenggal asa merengkuh lara, mengintip dian di celah cemas

Berharap lorong waktu membisikkan sepenggal kata,

sepenggal kata untuk memoles sepenggal asa

jenuh merengkuh lenguh,teguh tak lagi memicu.

By: Fira R Pondok Palem,3 Des 2009.

 

Published in: on 13 Desember 2009 at 2:49 pm  Comments (6)  

Alam Kandungan

Air mata peluh bersimbah darah

puan beranak di tepi nafas
rahim kehidupan melukis alam

kandungan suci buah tangan terindah
Sang Khalik di atas
singgasana cinta asmaragama

Urat-urat mengejan tulang kata rontok

cemas melesap langit-langit

detik mematok pecah ketuban

nyunyut nadi

atas nama cinta darma menjunjung
senyum bangga bunda memerdukan kecapi surga
mata hati alam kandungan

melingkar rasa di syair puan

By:Fira R Pondok Palem 2009

Published in: on 13 Desember 2009 at 2:44 pm  Comments (1)  

Menetak Rindu

Berulang kali mencoba hapus bayangmu di kelopak rindu yang berkelebat hebat
Berupaya sadar pada angan semu. Kau urai
babak syair pada tangkai bunga,pada cahaya rembulan,pada sekeping hati yang kering
Kau porak porandakan kelana jiwaku
Kau torehkan bilur bilur waktu
tenggelam dalam ladang asmara

Mengapa kau rangkum warna di ranah jiwaku?
Tersekat warna terbentur ruang kama

Hati pun ragu menjejak ladang. Diam di balik rumpun pesona
Keabadian senyap laksana langit tak berbintang. Sunyi kalam tanpa hadirmu
Raga merenta penat melintas waktu

Kupintal doa di dasar jiwa,senja pun bergulir menjamah luka
Rindu kisah rindu temu,rindu kata rindu rayu,rindu yang terpaku
Sakit! sakitku mendada

Keruh tak lagi bening
Hening menguliti sendi
Airmata pecah berdarah
Atau kutetak saja rindu ini biar nyeri bertambah perih,puaskah kau?

By: Fira Rachmat Pondok Palem 2009

 

Published in: on 13 Desember 2009 at 1:22 am  Comments (3)  

Belahan Jiwa

Sepotong malam menggelinding di bibir senyap

Merayapi tubuh waktu,seraut wajah terbayang

Airmata suka duka hanyutkan cerita

Bertahun tahun merakit mahligai bersama

Menyaji hari bingkai sehati murni sejati

Jalinan doa lambung belahan jiwa

Sapuan hati memoles senja

Senja berganti setia terpatri

Belahan jiwaku hingga akhir

By: Fira R                 Pondok Palem, Akhir November 2009

 

Published in: on 13 Desember 2009 at 1:14 am  Tinggalkan sebuah Komentar