Beri sedikit waktu

Dingin menusuk hati
Malam berlalu lagi,tanpamu
Gamang,
terbelenggu rindu di kalbu
Cukup sudah kucumbu senandung lara
Membelah kata patah patah terlunta lunta
Benang umur luntur,kelabu hati
Tak bisakah beri sedikit waktu untukku?
Walau sejenak memberiku selimut hangat
Karena hadirmu tepikan sepiku

By: Fira R Feb 2010

Iklan
Published in: on 10 Februari 2010 at 1:00 am  Comments (13)  

Dedah Sepi

Masih tersisa asa
Menguasai dinding hati
Masih tersisa cerita
Mengendap lorong sunyi

Waktu menetak.luka menganga
Kubalut rindu di selimut malam
Merajut benang kasih berlinang puisi
terpumpun sepi beratap senja

masih melambung sepi jantung ini…

By: Fira R Pondok Palem,2009

Published in: on 29 Desember 2009 at 10:58 am  Comments (5)  

Runtuh

Perih menyayat
Letih Merintih
Putih, patah, rebah di peraduan senja

Memudar senyum
Memburam wajah
Getir kama lorong jiwa

Tak lagi utuh cermin yang retak
Tak lagi utuh lukisan yang rusak
Kisah kasih, mengiris cerita di rahim waktu

By: Fira R Pondok Palem 2009

Published in: on 29 Desember 2009 at 10:41 am  Comments (3)  

Sepenggal Kata

Menata ribuan kata di langit maya
Menabur benih kelabu hati

Rentang waktu menyisir perih
Menetak luka berkerak nanah

Larik dan bait meramu ulu
Biru lebam mengeram. karam jiwa
Sepenggal asa merengkuh lara, mengintip dian di celah cemas

Berharap lorong waktu membisikkan sepenggal kata,

sepenggal kata untuk memoles sepenggal asa

jenuh merengkuh lenguh,teguh tak lagi memicu.

By: Fira R Pondok Palem,3 Des 2009.

 

Published in: on 13 Desember 2009 at 2:49 pm  Comments (6)  

Alam Kandungan

Air mata peluh bersimbah darah

puan beranak di tepi nafas
rahim kehidupan melukis alam

kandungan suci buah tangan terindah
Sang Khalik di atas
singgasana cinta asmaragama

Urat-urat mengejan tulang kata rontok

cemas melesap langit-langit

detik mematok pecah ketuban

nyunyut nadi

atas nama cinta darma menjunjung
senyum bangga bunda memerdukan kecapi surga
mata hati alam kandungan

melingkar rasa di syair puan

By:Fira R Pondok Palem 2009

Published in: on 13 Desember 2009 at 2:44 pm  Comments (1)  

Menetak Rindu

Berulang kali mencoba hapus bayangmu di kelopak rindu yang berkelebat hebat
Berupaya sadar pada angan semu. Kau urai
babak syair pada tangkai bunga,pada cahaya rembulan,pada sekeping hati yang kering
Kau porak porandakan kelana jiwaku
Kau torehkan bilur bilur waktu
tenggelam dalam ladang asmara

Mengapa kau rangkum warna di ranah jiwaku?
Tersekat warna terbentur ruang kama

Hati pun ragu menjejak ladang. Diam di balik rumpun pesona
Keabadian senyap laksana langit tak berbintang. Sunyi kalam tanpa hadirmu
Raga merenta penat melintas waktu

Kupintal doa di dasar jiwa,senja pun bergulir menjamah luka
Rindu kisah rindu temu,rindu kata rindu rayu,rindu yang terpaku
Sakit! sakitku mendada

Keruh tak lagi bening
Hening menguliti sendi
Airmata pecah berdarah
Atau kutetak saja rindu ini biar nyeri bertambah perih,puaskah kau?

By: Fira Rachmat Pondok Palem 2009

 

Published in: on 13 Desember 2009 at 1:22 am  Comments (3)