Runtuh


Perih menyayat
Letih Merintih
Putih, patah, rebah di peraduan senja

Memudar senyum
Memburam wajah
Getir kama lorong jiwa

Tak lagi utuh cermin yang retak
Tak lagi utuh lukisan yang rusak
Kisah kasih, mengiris cerita di rahim waktu

By: Fira R Pondok Palem 2009

Published in: on 29 Desember 2009 at 10:41 am  Comments (3)  

The URI to TrackBack this entry is: https://fira.wordpress.com/2009/12/29/runtuh/trackback/

RSS feed for comments on this post.

3 KomentarTinggalkan komentar

  1. haduhh….seperti terhimpit beban berat baca puisinya ini

  2. masih seperti surat kemarin
    yang kau kirim lewat peradaban
    :semoga itu mampu menjadi pembenar
    atas semua kisah kasih kita

  3. Terima kasih gan atas informasinya, sudah beberapa hari ini saya mencari informasi ini, ini sungguh sangat membantu saya . mulai sekarang saya akan bookmark blog ini agar saya bisa kembali dan melihat informasi yang terbaru.
    mungkin agan atau pengunjung blog agan juga membutuh kan infomasi dari saya, silahkan liat artilek saya yang sangat Mohon kunjungi website kami
    Judi Online http://www.168sdbet.com
    Terima kasih


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: