Menetak Rindu


Berulang kali mencoba hapus bayangmu di kelopak rindu yang berkelebat hebat
Berupaya sadar pada angan semu. Kau urai
babak syair pada tangkai bunga,pada cahaya rembulan,pada sekeping hati yang kering
Kau porak porandakan kelana jiwaku
Kau torehkan bilur bilur waktu
tenggelam dalam ladang asmara

Mengapa kau rangkum warna di ranah jiwaku?
Tersekat warna terbentur ruang kama

Hati pun ragu menjejak ladang. Diam di balik rumpun pesona
Keabadian senyap laksana langit tak berbintang. Sunyi kalam tanpa hadirmu
Raga merenta penat melintas waktu

Kupintal doa di dasar jiwa,senja pun bergulir menjamah luka
Rindu kisah rindu temu,rindu kata rindu rayu,rindu yang terpaku
Sakit! sakitku mendada

Keruh tak lagi bening
Hening menguliti sendi
Airmata pecah berdarah
Atau kutetak saja rindu ini biar nyeri bertambah perih,puaskah kau?

By: Fira Rachmat Pondok Palem 2009

 

Published in: on 13 Desember 2009 at 1:22 am  Comments (3)  

The URI to TrackBack this entry is: https://fira.wordpress.com/2009/12/13/menetak-rindu/trackback/

RSS feed for comments on this post.

3 KomentarTinggalkan komentar

  1. Kalau mbak Fira sudah menulis puisi mana tahan deh. BTW bintangnya Aries yah ? samaan sama aku lho

  2. Hai say…pa kabarmu nih…iya my zodiak is aries…wah sama dong kita yah.

  3. pada puisi ini hatiku tertetak justeru oleh gambar mawar berdarah …. pilu


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: