Tebar Pesona


.“Ken,buka pintu dong please aku kedinginan nih.”
“Masa bodoh, mau dingin kek panas kek biarin bukan urusanku!”
“Kok setega itu sih kamu Yang…jangan ngambek ah nanti tambah tua lho.”
“Biarin! Tua juga lebih baik dari pada muda makan hati melulu.”
“Ayolah Yang buka pintunya nanti Abang jelasin semuanya.”
“Gak perlu penjelasan! Semua udah jelas kok,pergi sana gak usah pulang.”
Menit berikutnya,yah bisa tebak sendiri siapa yang akhirnya bobol pertahanannya. Niken wanita muda berwajah cukup manis,hidung gak terlalu mancung-mancung amat,bibir tipis tapi kurang seksi,mata indah bertabur bulu nan lentik,kulit putih agak kuning langsat,nah yang satu ini yang buat pria berdecak kagum,body Niken bak gitar spanyol dan karena yang satu inilah yang membuat Jay sampai gak bisa merem mikirin Niken dengan gitar spanyolnya ,setidaknya begitu penilaian Jay.
Jay lelaki muda dan tampan,cukup mapan, pandai dalam segala hal terutama merayu Niken..Bisa masak dan masakannya lumayan enak apalagi buat Intel alias Indomie telor.Wah,Niken sampai kelepak-kelepak kalau ikut makan soalnya cabenya dicemplungin sampai sepuluh biji dalam satu mangkuk.Kebayang gak rasanya,tapi buat Niken itu Indomie terenak yang tak ada bandingnya. Mereka pasangan muda yang belum lama mengikrarkan cinta,baru setahun lebih dikitlah.
“Yang,sungguh Abang gak bohong dia itu teman lama di SMP dulu,Masak ketemu teman lama Abang acuhin, nanti Abang dikira sombong lagi.” Jelas Jay sambil mengeringkan rambutnya yang basah diguyur hujan.
“Kalau emang teman kok pakai tatap-tatapan segala sih? Udah gitu cengar cengir gak jelas lagi ih,kesel amat ngeliatnya!” Niken dengan muka cemberut.
“Ah,siapa bilang kami tatap-tatapan trus cengar-cengir gak jelas? Salah lihat itu Yang.”
“Apa! Yang bilang ya akulah Bang! Masak aku salah lihat sih,nih terang-terangan mataku sampai melotot melihat kalian berdua duduk di kafe remang-remang,ngapain coba tuh.” Teriak Niken dengan sedikit terisak.Darahnya mendidih mengingat adegan Jay dengan wanita tadi. Karena gak tahan tadi sampai hak sepatu Niken patah karena larinya kekencengan. Parahnya lagi, Ia hampir nabrak taxi bukan taxi yang nabrak, Niken memang gak bisa mengontrol amarahnya. Untung sopir taxi super sabar dan ngerti kalau penumpangnya lagi sedih. Bahkan si sopir sempat sodorin tisu,habis gak tahan lihat air mata. Back to conversation with Jay and Niken.
“Udahlah Yang,yang kamu lihat tadi itu bukan apa-apa just only you in my heart. Lagian udah tau lihat Abang kok gak disamperin? Biar Abang kenalin sekalian bini Abang yang cantik nan jelita ini.” Jurus maut Jay mulai beraksi.
“Bohong! Abang punya hubungan intim kan sama wanita itu?” masih teriak juga si Niken hatinya belum lega,bayangan tadi masih menari di pelupuk matanya,seakan mengejeknya
“Astaghfirullah Istighfar Yang, jangan sembarang nuduh entar kualat lo. Eh Dosa itu berhubungan intim kalau bukan dengan istri sendiri.” Bujuk Jay sambil mengelus-elus rambut Niken yang panjang. Memeluknya,menciumnya tapi di keningnya doang takut Niken belum jinak beneran.
“Kalau gak percaya juga besok Abang kenalin kamu sama Linda,dia janji mau kenalin juga suaminya sama Abang,jadi sama-sama kenalin partner masing-masing kan.” Kali ini suara Jay sedikit serius karena udah gak tahan ngeliat bininya meluap-luap tengah malam mendingan berpelukan apalagi hujan sederas pancuran di gunung begini enaknya damai ajalah wong cuman salah paham aja kok. “Abang jangan bohong ya,aku pingin bukti apa benar gak ada apa-apanya dia dengan Abang.” Aneh ampuh juga jurus Jay meredakan ledakan dan luapan sang Istri yang dirundung cemburu. Yah siapapun pastilah akan seperti Niken,apalagi liat suami berduaan dengan wanita yang gak dikenalnya. Saat itu bisa aja Niken mendamprat Jay dan Linda,tapi berhubung dada udah sesek nahan nafas yang memburu ya gak kepikiranlah, lagian Niken bukan wanita asal damprat kok. Culun juga gak, ya hanya situasi aja yang gak pas. Eh iya back lagi ya sama mereka.
“Oke.oke sayangku apapun akan Abang lakukan buat kamu bahagia.” Fuih akhirnya mereka akur lagi deh, selanjutnya malam itu menjadi malam mereka.

“Mas kenalin ini Jay,teman sekolah waktu SMP dulu, Jay ini suamiku Dion.”
“Oyah,kenalin juga ini Niken istriku.” Mereka saling berjabat tangan memperkenalkan pasangan masing-masing. “Eh,sampai lupa silahkan duduk kok malah bengong.” Suara Dion berat dan wajahnya sungguh tampan tampak maskulin dandanannya juga necis sementara Linda, wanita yang anggun parasnya sangat cocok dengan Dion,sunnguh pasangan yang serasi.Niken jadi malu hati karenanya. Sungguh tolol dia mencurigai Jay semalam ah namanya juga gak tau ya mana ngerti. Mereka berbincang-bincang sambil menikmati iringan piano mendayu-dayu. Tak berapa lama Jay menggantikan bermain piano dan Don’t know much nya Linda Rondstadt dan Aaron Neville menambah nuansa romantis mereka dan pasangan lain di kafe tersebut.

Look at this face
I know the years are showin’
Look at this life
I still don’t know where it’s goin’

I don’t know much
But i know i love you
And that may be
All i need to know

Look at these eyes
They never seen what mattered
Look at these dreams
So beaten and so battered, hoo¡¬ooh

Niken sangat hafal lagu itu,lagu cinta yang sangat mendalam dan Jay memainkannya sambil sesekali pandangannya pada Niken,sorot mata teduh itu membuat Niken semakin tambah mencintai Jay. Wanita siapapun pasti akan tertarik pada pandangan mata Jay.
Pesona Jay malam itu bak pangeran dari negeri cinta,Ia memainkan jari-jarinya di atas tuts piano dengan sangat lihai,membawa angan melambung jauh di malam nan syahdu. Tebar pesona Jay malam itu tak kan Niken lupakan. Niken melirik Linda dan suaminya mereka pun hanyut dalam buaian nada-nada cinta.“Oh sungguh bodohnya diriku” gerutu Niken “ternyata Jay suami yang setia” sambungnya lagi menyesali apa yang sudah Ia curigai. Pandangan mata bisa saja menyesatkan belum tentu yang terlihat itu benar adanya. Dalam hal ini percayailah lubuk hatimu yang terdalam Niken. Yakinnya dalam hati mantap dan pandangan matanya tak lepas dari sang penebar pesona yang tak lain adalah suami tercintanya yang telah Ia pilih untuk bersama mengarungi bahtera cinta mereka. Jay dengan mantap mengatakan di depan banyak orang bahwa lagu ini dipersembahkan untuk istri tercintanya Niken Larasati. Dan menit berikutnya mereka kembali terbuai oleh suara penyanyi kafe tersebut. Jay kembali berkumpul dengan mereka. Dan ternyata pertemuan mereka malam ini menjelaskan semua, bahkan Jay dan Dion sepakat membuka usaha restoran seperti tempat dimana mereka berada sekarang.

Malam semakin larut taburan bintang menghias langit,jauh diatas sana sang dewa dewi cinta seakan tersenyum bahagia,ikut merasakan kebahagiaan para insan di bumi yang tengah merasakan menikmati kebesaran cinta mereka. Wah kalau sudah begini pastilah Jay dan Niken semakin besar rasa cinta dan kasihnya. Ya namanya juga pasangan muda so,dinikmati senikmat-nikmatnya dicintai secinta-cintanya pasangan kalian dihargai seharga-harganya mata hati nan tulus itu. Sebab,cinta yang tulus tiada batas dan atas dasar cintalah manusia itu hidup. Lain lagi kalau tebar pesona seperti Jay,itu termasuk kunci dan bakat lahiriah kali ya…karena gak semua lo laki-laki punya seperti itu. Wanita pun kadang menebarkan pesonanya tetapi lebih enakan kali kalau dari pihak lelaki yang begitu. Setidaknya begitu anggapan Niken,gak ada definisi lanjut lagi yah kita ngalah ajalah susah berdebat dengan orang yang dilanda kasmaran.Yang jelas siapapun pasti pernah merasakan cinta yang awal-awalnya mungkin saling menikmati tebaran pesona masing-masing dan selanjutnya terserah sampean mau dibawa kemana arahnya. Akhir kalimat Nikmatilah hidup dengan cinta dan kasih.

By : Fira R Jakarta,mei 2009.

Published in: on 1 Juni 2009 at 3:12 pm  Comments (5)  

The URI to TrackBack this entry is: https://fira.wordpress.com/2009/06/01/tebar-pesona/trackback/

RSS feed for comments on this post.

5 KomentarTinggalkan komentar

  1. Cerita yang bagus.

    Salam kenal ya dari blogger pemula.

    • Salam kenal kembli yah rani…

  2. Waduh mbak Fira ceritanya Asyik, btw makan indomi pake cabe sepuluh uenak tenan🙂 Hm…tebar pesona suatu saat berakhir di KUA😆

    • Ren…miss u so much too…

  3. Tak terasa si kecil udah besar, aduh…Gantengnya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: