Terbalut Rindu


Aku tersentak oleh lamunanku
Sekujur raga kaku membisu fana
Pandangan buram seketika jua

Pupus oleh ketidak pastian dalam penantian
Hanyut ku mengambang tanpa arah tujuan
Kesal,murka pada sang waktu yang terus berganti

Mengapa harus ku ratap? Sementara belum terjawab
Mengapa memendam asa? Jika harus menahan perih
Sejuta mengapa silih berganti datang dan pergi

Diam,masa bodoh biarkan semua berlalu
Tapi sesak terasa mendekam di relung hati
Kering sudah airmata memendamnya

Pada malam slalu ku berharap selimut hangat
Pada hujan aku meminta sirami asa dan sepiku
Pada setiap hari yang berlalu cepatlah berganti

Aku ingin dikau sekarang hadir memelukku
Aku tak bisa terus bergelut dengan sang waktu
Aku rindu dirimu wahai kekasihku,kamajayaku…

By : Fira R Medio Akhir April 2009

Published in: on 27 April 2009 at 11:51 pm  Comments (4)  

The URI to TrackBack this entry is: https://fira.wordpress.com/2009/04/27/terbalut-rindu/trackback/

RSS feed for comments on this post.

4 KomentarTinggalkan komentar

  1. Assalaamualaikum
    wr
    wb.

    Semoga aku dapat belajar dari sini

    • Muhammad Saroji,mari kita saling belajar bersama karena saya juga masih harus banyak belajar….makasih udah berkunjung di gubuk Fira yang biasa-biasa ini.Salam kenal juga ya.Wslm

  2. kerinduan yang begitu akut di puisi ini
    apa bisa terjadi sebaliknya?
    sang kamajaya rindukan dewi ratih?
    salam kenal

    • Madagumilang,salam kenal kembali..makasih udah sudi berkunjung ke gubuk Fira…kerinduan yang teramat mendalam pada sang Kamajaya hingga terciptalah kalimat diatas.Wslm


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: