“Bejana Airmata”


Semilir angin hanyutkan asa.
Semburat mendung mahligai nestapa.
Badai terjal mengacau balau.
Deras sang hujan menghunjam galau.

Adakah kau tau rasa ini?
Adakah kau peduli ?
Adakah kau sadari?
Adakah kau mengerti?

Hanya alam tempat mengadu.
Hanya malam tempat bersandar.
Hanya airmata puasan jiwa.
Hanya bejana ratapan jua.

Kemarau hati gersang meraung.
Cucuran perih menikam dalam.
Pawaka didih menucuk belulang.
Bejana tampung airmata duka.

By Fira.

Published in: on 21 Februari 2009 at 3:32 pm  Comments (9)  

The URI to TrackBack this entry is: https://fira.wordpress.com/2009/02/21/bejana-airmata/trackback/

RSS feed for comments on this post.

9 KomentarTinggalkan komentar

  1. mbak Fira kembali nulis siiipppp

  2. Adakah kau tau rasa ini?
    Adakah kau peduli ?
    Adakah kau sadari?
    Adakah kau mengerti?

    janji Mungare tapotong diujung tanjong…
    hehehhehe gimana kabarnya caca… lama seng baku dapa neh..😀

  3. Nah…, ini baru namanya mbak Fira. Sudah on lagi. Bikin puisi lagi. Terus berkarya ya.

  4. ada campur aduk disitu, mbak

    ada rasa sedih tapi dibarengi dengan (sedikit) kemarahan
    kalau ada ungkapan rindudendam, maka disini yang ada adalah sedihdendam

  5. hehehe…
    tenanglah tenang
    sebab harapan tak pernah pudar
    bila dinapikan
    harapan akan pergi tersenyum

  6. Assalamu’alaykum mba fira…
    Dalem banget nih puisinya…
    Kangen ma mba…😉

  7. Puisinya cakep banget ….

    yang berikutnya ditunggu yach

  8. Halo mbak Fira

  9. Bejana Air Mata

    di sini kesedihan bertumpah ruah
    kepiluan mengiris jiwa
    adakah dermaga kapal bersandar
    mencari kebahagiaan rindu dendam….
    …jangan putus asa


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: