Bila Saatnya Tiba

Perjalanan ini cukup melelahkan
Tertatih dan gontai aku menyusuri
Peluh dan lelah merangkai perjalanan
Tiada batas tiada akhir untuk menepi

Memandang jauh tanpa kepastian
Memeluk dikau wahai sang waktu terus berlari
Meraih hasrat nan rindu pada kemenangan iman
Mewujudkan bayangan menjadi nyata dalam puisi

Telaga biru diam membisu ditelan kesunyian
Dahan pohon nan ramping tak lagi menari melambai
Anginpun enggan bersenandung dalam sahutan
Serenada alam ikut merasakan alunan dalam diri

Bila saat itu tiba akankah terbit kebahagiaan?
Bila saat itu tiba masihkah burung riang bernyanyi?
Bila saat itu tiba…aku tak tahu entah kapan
Bila saatnya tiba sujud syukur pada sang Pemberi.

BY: Fira R Medio akhir Februari 2008.

Iklan
Published in: on 26 Februari 2008 at 9:15 pm  Comments (12)  

Hongkong Bara Asmaraku

Malam semakin garang dalam balutan pekatnya menemaniku dalam kesendirian. Kilau cahaya lampu di luar jendela kamar menerangi hati yang sepi, sentakan halilintar serta hujan yang semakin lama semakin deras menambah kengerian dan kesepianku. Aku tetap tak bergeming atau beranjak dari kasur empukku, pikiranku mengelana mencari-cari dan menghibur rasa sepi ini. Tak jua ku temukan ketenangan hingga tanpa sadar tangan ini memencet tombol TV dan salah satu stasiun swasta Metro TV menayangkan berita tentang kemeriahan Hongkong saat perayaan Imlek di negara tersebut. Aku terkesima sesaat melihat wajah Hongkong dalam layar TV. Kontan saja aku mengingat beberapa tahun silam pernah merasakan sesuatu yang teramat sangat mendalam di hatiku. Sesuatu yang sangat berharga sepanjang hidupku bersama seorang pria yang berarti hingga sekarang. (lebih…)

Published in: on 12 Februari 2008 at 12:05 pm  Comments (16)