DEAR DIARY


Berlembar-lembar sudah kertasmu dan tinta penaku menari-nari menghias halaman demi halaman dirimu, adakah engkau jemu? Segala asa ku tumpahkan padamu mengharu biru ungkapan, menancap pedih kalimatku bak sebilah pisau menyayat sembilu. Bahkan canda tawa dan kebahagiaan tak luput dari goresanku ikut merasakan keindahan yang tengah ku alami.

 

My sweet diary jangan pernah engkau meninggalkan diriku sendiri terkatung-katung dalam gelombang keputusasaan. Jangan pernah engkau biarkan air bening nan hangat dari pelupuk mataku mengalir tanpa arti. Dan, jangan engkau tak menggubriskan sepatah kata atau sederetan kalimatku menghunus dan menusukkannya ke ulu hatiku hingga yang terasa hanya pedih tak berkesudahan.

 

Oh, my dear diary, tempatku tuang air kesejukan membasuh raga nan dahaga setiap saat. Dalam alunan tintaku selalu ku temukan secercah cahaya membias di wajah putihmu. Semerbak harum pucuk cemara membuai dan melenaku, keceriaan mentari membuka jendela jiwa ini yang kesemuanya ku goreskan padamu. Tak sanggup diri ini membayangkan tanpa hadirmu.

 

My dear diary, jantung hidupku terimakasih atas waktu selama ini, engkau laksana peri dari kahyangan obat penguat sukma penghilang rasa perih tiada tara. Dalam dirimu jua ku temukan arti hidupku, arti diriku yang terhempas oleh badai kehidupan. Dalam dirimu jua akhirnya ku sadar bahwa jalan kerikil terjal harus kita jalani di tiap inci suka duka dan seabrek perhiasan dunia ini.

 

O, yah, aku juga tak pernah lupa melalui dirimu my dear diary. Aku selalu teringat betapa kerdilnya diriku ini di hadapan sang Khalik Pencipta dan Pemberi kehidupan.

Apakah melalui dirimu Tuhan menjadi pelabuhan hatiku? Ya, aku merasa seperti itu. Merasakannya teramat dalam di lubuk hatiku.

 

Setelah lelah mengeluarkan uneg-uneg dan setelah padam pawaka bersarang sangar juga tak lagi bergetar jemariku memainkan batang penaku, aku terpojok, tersudut, dan tersadar akhirnya bahwa aku tak sendiri.

 

Melalui dirimu ku gapai ketenangan dan ketentraman bahwa Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang selalu mengawasiku siang dan malam tiada henti. Subhanalah, Walhamdulillah, Lailahailallah Wallahuakbar….Dialah yang mengatur semua selama ini. Seakan berkata” Ini baru sedikit saja yang engkau alami mengapa merasa tak mampu? Pandanglah jauh ke arah lain sekitarmu masih banyak yang lebih darimu tapi mereka tetap bersahaja menghadapinya ayo jangan lemah.”

 

My dear diary, rasa syukur ku panjatkan engkau menjadi sahabat sejati yang mendekatkanku pada keyakinan yang hakiki. Teman yang selalu siap dalam kondisi apapun. Kau cukup dengan diammu dan mendengar segala keluh kesah dan setelah itu diam-diam menghantarku duduk di atas sajadah Ilahi. Melantunkan zikir pada sang pemberi kehidupan. Oh! tenang, damai, dan syahdu terasa.

 

My dear diary, maaf telah membuatmu koyak tercoret-coret bahkan lebih dahsyat telah ku perbuat padamu. Kehadiranmu bertahun-tahun mendampingiku sejak kepergian sang bunda semasa remajaku hingga kini kau tetap setia di sisiku. Menemaniku menjadikanku kuat tegar setegar benteng untuk melindungi jiwa-jiwa terkasih yang menjadi nafas hidupku hingga akhir usiaku nanti.

 

Sekali lagi terimakasih my dear diary tanpamu tiada… tiada kusadar diri ini hanya insan biasa yang tak luput dari dosa dan denganmu pula menuntun jiwa yang dahaga ini pada Yang Kuasa.

Amin.    

 

BY: Fira                                                                      

Published in: on 5 Januari 2008 at 7:34 pm  Comments (16)  

The URI to TrackBack this entry is: https://fira.wordpress.com/2008/01/05/dear-diary/trackback/

RSS feed for comments on this post.

16 KomentarTinggalkan komentar

  1. Wah, dapat nih pertamanya…

    Satu kata tuk Fira, “SaluUt!”

    Kemajuan pesat…

  2. “Segala asa ku tumpahkan padamu mengharu biru ungkapan, menancap pedih kalimatku bak sebilah pisau menyayat sembilu.”

    hmmm… kaya apa gerangan pisau menyat sembilu…🙂

    Tapi kemudian jadi sumringah…
    “Kehadiranmu bertahun-tahun mendampingiku sejak kepergian sang bunda semasa remajaku hingga kini kau tetap setia di sisiku.”

  3. hemmmm, diary, buku harian. wah, kayaknya mbak fira lagi curhat sama buku hariannya, yak! emang sih, buku harian bisa menampung keluhan dan emosi kita. semuanya bisa kita tumpahkan ke sana. termasuk blog kan juga bisa untuk ngantiin buku harian. ekspresikan saja semua perasaan mbak fira di blog ini, halah. hehehehe😆 ah, bercanda, mbak. Diksinya ok banget. ketika membaca aku seperti berhadapan dengan buku harian yang bisa bicara. asyik banget getuh. ok, terus berkarya ya, Mbak fira?

  4. Dear Diary…

    Kuingin cerita… kepadamu….
    Tentangnya yang dulu… singgah dihatiku…
    Sejak itu… hidupku jadi bahagia…
    Karena dia selalu… ada di hidupku…wow…

    Tapi kini dia menghilang…
    dan tak tahu entah dimana…
    Diaryku kumerindukannya…
    Pujaanku engkau ada dimana…

    Telah habis air mata…
    Tak segenap kata-kata…
    Telah kucurahkan… wow…
    Haruskah aku berlari…
    Sampai ke ujung dunia…
    Untuk mencarinya….

    ***. Wuaalah… mba, gak apa-apa yach ditemenin
    dengan lagunya Ratu… Hehehe…🙂

  5. Puisi

    Cinta Ku

    Taksemestinya aku merasa sepi kau dan aku di tempat yang berbeda. seribu satu alasan melemahkan tubuh iniuaku disini mengingat dirimu menangis tanpa air mata, bagai bintang tak bersinar, namum kumengerti sekarang ternyata cinta kita menyatu dalam kasih yang suci

  6. mbak moga sukses aja yaaaaaaaaaaaaaaaaaa….. nanti kalo udah sukses saya engga usah bagi hasilnya tapi bagi-bagi ilmunya aja ya mbak

  7. MBAK FIRA…
    tulisanya tetep mantap dan luar biasa..
    laporan aja nih,,
    sy Sigma *masih inget ga yah?*
    punya blog di WP baru aja bbrp hari kmrn..
    salam WP

  8. mbak fira lam kenal ya..

    sengaja tadi di halamanya mbak ratna gak qu sebutin nama fira cz aku niat pengen berkunjung ke halaman sampeyan…qu baru gabung dan buat blog seminggu yang lalu,jadi kalau tulisanya masih acak kadut ya dì senyumin aja ya mbak..ok,sekian dulu comentnya besok sambung lagi.untuk postingan diary-nya gak mampu koment lagi deh pokoke salut buat mbak fira..thks dan salam kreativ selalu dari qu.buat yang laen lam kenal juga,moga kita bisa menjalin persahabatan lewat media ini..mbak izin ngelink ya

  9. Telah kutuliskan kejujuran hati, tulisan ini dalah bahasa hati. Maka hati pasti selalu jujur.

  10. diary, kau jahat. kenapa tidak kau ceritakan padanya tentang rindu ini…! ah, ngaur. sori deh! hehe

  11. Buat Hana,pak Kurt,pak Sawali,Rieny,Sahara,Fauzan, Masmawan,Awan sundiawan,dan sungai terimakasih banyak atas komentar kalian semua…tanpa kalian saya tiada arti apa-apa….mari tetap saling berpelukan merangkul bersama sesama bloger in maya.Sip…salam ngeblog.

  12. ass..mbak qu nongol lagi ne, jangan bosen ya… makasih ya mbak dah sudi jalan-jalan ke halaman qu yang bak kapal pecah..btw, mo nanya ni mbak, kq link ke mbak fira munculnya jadi banyak ya, ada 5 line je..qu takut kalo yang laen nanti cemburu hehe..thks atas jawabanya, dan salam kreativ..@
    pak awan dan sungai lam kenal ya pak..wslm

  13. Curhat yang menyejukkan mba, pasti mba menuliskannya dengan sepenuh hati.

  14. Hai Fira, rasanya tempo hari kita udah ngerumpi bareng ama hana yah ? Akhirnya aku berkunjung juga. Salut utk penulisan yang snagat indah. Bagaimana setianya sebuah benda hidup kalau kita bisa menghidupkannya yah ?

  15. Masmawan,iya tuh kemarin saat bertandang ke rumah situ kok link saya sampai sebanyak itu ya…ah gak apa-apa deh hitung-hitung ada yang ngefans berat hehehe.
    Undercover,yup saat membuat dear diary itu pas lagi mood banget so ngalir aja gitu.
    Melly,yup ketemu lagi nih…yoi tapi tak seindah karya Melly kok pokoknya bukunya jangan lupa buat saya kirimin ya di tunggu lo.Moga sukses menyertai Melly selalu,amin.

  16. bener2 blogger nih…
    heheheh…

    salam nge-blog..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: