Catatan Ramadhan


Dalam satu titik tertentu di kehidupan manusia kita tak dapat mengetahui apa yang akan terjadi kelak. Apa yang kita lalui apa yang kita alami semua adalah kehendak sang Khalik. Saya pribadi memandang hidup dan kehidupan itu melalui kacamata iman saya dan membingkainya disudut kalbu seperti ini: Tak ada yang mustahil dalam hidup ini dan semua itu di tangan Yang Maha Kuasa, asal kita yakin dan percaya bahwa semua masalah semua peristiwa apapun bentuknya apapun kondisinya pasti ada hikmah dan mau berlapang dada menerimanya. Sekarang ini pintu gerbang kemuliaan sudah kita masuki betapa bergejolak hasrat kita menantikan kedatangannya.

Tak sabar dan serasa seruan takbir di gendang telinga ini membuat merinding jiwa-jiwa yang haus akan kemuliaan yang lapar akan keridho’an ingin dibuai dalam tidur kekhusukan dan diterangi cahaya bulan suciNya sambil mendendangkan lagu-lagu pujian yang keluar dari nafas tasbih dan tahmid.Indahnya tak dapat kita ungkapkan dengan kata-kata.

Kita semua sangat bahagia bisa mengulang ditahun ini menjalankan apa yang seharusnya seorang muslim laksanakan. Satu hal lagi kebesaran Ramadhan yang membuat mukjizat dalam hidup kami sekeluarga yaitu kegembiraan yang tak kami sangka sama sekali abah kami bisa jalan tanpa bantuan tongkat…Alhamdulillah Laahaula Walaquwata Illabillah Segala puji dan syukur pada Allah dan Tiada Tuhan yang layak disembah selain Allah.

Kebiasaan saat bulan puasa adalah mengisi hari-hari dengan membaca buku-buku tentang agama Islam,disini saya tulis kembali apa yang saya baca yang membuat saya terkagum-kagum dari lembar ke lembarnya. Buku yang ditulis Muhammad Husayn Ya’qub berjudul Ya Allah,Bimbing Aku Selalu Dijalan LurusMu (27prinsip perjalanan menuju Allah). Namun sayang saya belum selesai sampai tuntas membacanya keburu hati ini ingin menulisnya dan membaginya pada teman semua,beberapa bagian-bagian yang menarik hati saya yang saya tuliskan disini.

Majelis kita :

Majelis kita laksana lautan

Gajah dan burung datang berkawanan

Kita berada dalam taman

Dengan hidangan kekhusukan

Dan minuman airmata penyesalan

Kita petik berbagai ucapan

‘Tuk sembuhkan penyakit tak terperikan

Dan taklukkan para penguasa dan tuan-tuan

Yang terpurukpun kita bangunkan

Kita obati mereka yang keracunan

Andai saja itu setiap saat kita lakukan

Sungguh bahagia hati tak terlukiskan…

Keburukan terburuk:

Penguasa terburuk adalah penguasa yang menakut-nakuti orang tak bersalah dan membela orang yang bersalah.

Negara terburuk adalah negara tempat terhimpunnya segala kerendahan dan mewariskannya sebagai penyakit.

Anak terburuk adalah anak yang mempermalukan leluhurnya dan menghancurkan kemuliaan dirinya.

Tetangga terburuk adalah tetangga yang membocorkan rahasia dan menyebarkan aib.

Cobaan adalah tamu maka layanilah dengan baik agar ia kembali ke negeri pembalasan seraya memuji dan tidak mencela.

Tanda-tanda Kebahagiaan :

Al-Fudhayl ibn ‘Iyadh bertutur “Tanda kebahagian itu ada lima…pertama keyakinan di relung hati.Kedua sikap warak dalam beragama.Ketiga sikap zuhud terhadap dunia. Keempat rasa malu yang tampak di kedua mata. Kelima rasa takut kepada Allah yang tercermin dalam gerak raga.”

Abu al-‘Attahiyah menulis syair berikut :

Dunia adalah lara bagi pemiliknya setiap kali bertambah jumlah di tangannya

Dunia membuat hina orang-orang mulia,namun membuat mulia orang-orang hina

Bila kau tidak butuh tinggalkan saja ambillah apa yang kau butuhkan saja.

Al-Tsawri menyatakan ” Tangisan ada sepuluh macam; sembilan bagi selain Allah dan hanya satu bagiNya. Kalau dalam setahun kau bisa menangis karena Allah sekali saja, itu sudah lebih dari cukup.”

Ibn al-Jawzi bercerita,”Ibn Sirin berbincang dan tertawa disiang hari ,namun begitu malam tiba ia menangis sejadi-jadinya seolah-olah baru saja membunuh penduduk sedesa.”

Kepergianmu membuat hari-hari kami kelabu

Malam serasa siang kala kami bersamamu

Kesedihan terus menghampiri dan selalu menggangu

Ia pergi dan tak seorangpun memberi tahu

Kami dahulu dibuatnya tertawa sepanjang waktu

Sekarang ia membuat kami menangis syahdu

Semoga bahagiamu di sana takkan berlalu

Wahai selasih bagi belahan jiwa merindu…

Orang jujur kekasih Allah seorang pujangga menggubahnya:

Yang kuinginkan kejujuranmu selalu

Bila kau tak lagi jujur padaku

Kian jauh kau palingkan mukamu dariku

Satu hal ingin kukatakan kepadamu

Hidupkanlah wajahku di relung hatimu setiap waktu

Namun sayang,hatimu terpaut pada selainku

Berakhir sudah hubungan yang kita padu

Kini kau bukan lagi milikku….

Kefakiran hakiki adalah rasa butuh terus menerus kepada Allah dalam setiap keadaan serta kesaksian dengan segenap jiwa dan raga akan ketergantungan kepada Allah dalam segala aspek.

September 2007

 

Published in: on 20 September 2007 at 1:19 am  Comments (6)  

The URI to TrackBack this entry is: https://fira.wordpress.com/2007/09/20/catatan-ramadhan/trackback/

RSS feed for comments on this post.

6 KomentarTinggalkan komentar

  1. Alhamdulilah ya Mbak, kita adalah satu dari sekian umat yang masih diberi indra untuk merasakan kebesaran, keindahan, dan kemuliaan ramadhan. Semoga segala kebaikannya semakin mendekatkan kita pada Allah dan Rasul junjungan kita Nabi Muhammad SAW.. yang hanya berharap rahmat, berkah, dan ridhoNya selalu. Amin

  2. Wah, mencerahkan tulisannya.Jadi tersentil ini,fir.
    Allah tidak pernah salah pilih.Dan kita ialah orang yang di percaya tuk menjalankan ujian yang di berikan.So, kita ini istimewa,he he

  3. tulisan yang menyentuh

  4. Sebuah refleksi yang mudah2an mampu membakar nafsu serakah dan aluamah yang sering bersarang dalam gendang qalbu dan nurani manusia. Tulisan yang bagus, Mbak, Saya senang membacanya.

  5. Ya Allah, amin. Hidup ini adalah perjuangan, perjuangan adalah hidup itu sendiri. Perjuangan paling berat menemukan diri sendiri. Yang lalai tak tahu dia ada bahwa dia ada.

  6. mencerahkan
    makasih tulisannya mbak


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: