Kelopak Dusta


Harummu semerbak dalam hirupan
Warnamu indah membalut lukisan
Bentukmu juga sangat menarik pandangan
Siapapun terkagum-kagum memperhatikan

Semilir angin menggoyangkan
Sinar mentari menyilaukan
Tinta pena menyejukkan
Rumah indah mempesonakan

Mawar berduri,anyelir nan anggun
Anggrek bulan aneka ragam,lili tak ketinggalan
Mengapa mereka begitu cantik nian
Apakah daun tangkai dan akarnya juga merasakan?

Takkah berarti kelopak itu pangkal pertanyaan
Takkah mereka tau betapa mengharukan
Takkah mereka sadar teramat memilukan
Mahkotamu adalah bisa,kelopakmu adalah racun

Namun kau tetap bangga dengan semua keadaan
Namun kau selalu sombong dengan segala kepunyaan
Hanya waktu yang dapat membuktikan
Hanya alam yang tak dapat kau kalahkan

Biarlah kau berbangga dada dengan kesombongan
Biarlah kau nikmati apa yang sekarang kau rasakan
Tapi…suatu saat kau akan jatuh terkulai tanpa ampun
Tapi…suatu waktu racun kelopakmu akan membinasakan

Tiada lagi cantik dan anggun
Tiada lagi gemulai ayunan
Tiada lagi cahaya menyinarkan
Tiada lagi dan tak pernah ada, takkan…

Semua berpaling karena keangkuhan
Pergi dengan sejuta dusta yang tertancapkan
Berlari dari onak yang terselubungkan
Sungguh rupamu hanya sesaat dan memabukkan…

maghfira.jpgFira R

Published in: on 14 September 2007 at 2:19 am  Comments (16)  

The URI to TrackBack this entry is: https://fira.wordpress.com/2007/09/14/kelopak-dusta/trackback/

RSS feed for comments on this post.

16 KomentarTinggalkan komentar

  1. Puisinya bagus….

  2. Wahhh, jika ada kata mawar berduri, teringat saat saya masih di SPG. Lahhh guru-guruku selalu panggil demikian

  3. Semoga Ramadhan mampu mengikis segala bentuk dusta dan berbagai kedok yang hanya membuat manusia terjebak dalam dosa.

  4. Puisinya cantik bgt..penuh dengan bunga2.
    Cuma kadang kecantikan bisa menjadi racun.
    Yach..nga mbak?

    Met bergabung di AM mbak..semoga betah.

    Btw..ma kasih yach mbak dah mau ngeLink diriku ini.
    aku juga dah Link balik Blog na Mbak.

    Tetap berkarya yach Mbak..Puisi na Keren

  5. 2 thumbs up
    dalem bgt
    met gabung di AM juga
    ewako Makassar!!

  6. bukankah selalu ada dua sisi?

  7. Wah, makin keren aja nih.Selamat ya.

  8. Waduh bagus sekali…

    Salam dari Denpasar

  9. Waduh…hik aku sangat terharu dan bahagia ada yang ngirim puisi indah….banget, keluar dari lubuk hati yang putih, makasih banyak juga buat alamat mbak Ana tapi esok aja dicari, oh aku selalu gak punya waktu OL lama , paling 2 jam sehari kasian…gue begitulah nasib.

  10. Hidup adalah perubahan, hanya perubahan yang tidak pernah berubah

  11. Ass,trims ya itik kecil…,buat pak Imam wah apa pak Imam yg memanggil atau dipanggil demikian sama guru-guru dulu nih?Bernostalgia ya pak. Pak Sawali memang dibulan puasa ini kita kudu memaafkan dan tak lagi memendam segala bentuk dusta.Oke Ina dan K yuk kita jalin silahturahmi bersama-sama salam buat para AM semua.Buat mas caplang dua sisi dalam kehidupan selalu menghiasi hidup manusia sebagaimana benar ada salah susah ada senang ada hidup ada mati semua diatur olehNya.Han, kau tau kalau saya ini belum seberapa masih harus banyak belajar kan say dan itu akan terus kita camkan oke? Dear Reni hello friend thaks for u attention nice to know u sister…Pak Ersis my teacher yg membangunkan semangat selama ini he3 pak dapat PR nih tentang kehidupan…saya masih tahap belajar dan belajar terus kapan ya bisa seperti bapak? Mimpi dulu deh siapa tau dalam mimpi saya bisa berubah…hahaha berubah bukan berarti power ranger dong tapi kudu harus sip Insya Allah Amin. Wassalam.

  12. hmmm nice

  13. hik aku jadi punya teman baru Anna yang cantik ternyata orang Sunda juga, makasih banyak yah, jadi nambah banyak saudara.

  14. Mba sama akku di tagg tuh liat di postingku biar ngeto[p katanya

    tau ah

  15. Puisi nya enak dibaca..

    aku sendiri seringkali memainkan mainan Dusta yang membuatku menderita autis

    mungkin hanya bisa disembuhkan dengan setetes cinta suci yang tak memandang dunia… dari sepaket HATI yg utuh tanpa DUSTA. bagai tinggal d firdaus Nya

    Sebuntal DUSTA lagi baru saja kusimpan untuk satu orang wanita yang kukagumi… ‘menyesal’ sedemikian rupa rayuan mautnya membuat hati remajaku menjadi tersentuh… tercengang oleh ketulusannya’

    sampai kami bahkan pernah bercinta melalui puisi indah penuh nafsu yg tertahan karena status sosial dunia fana. f#ck!

  16. Ass,thanks for getmarketshare alias Dicky kan? kamu temannya mba Anna nih,sip tuh kalimat di komentnya puitis juga kayak pramudia ananta tuh…he3.makasih ya. Wassalam…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: