Menjelang detik detik Ramadhan


maghfira-marhaban-ii.jpg By:fira Rachmat.

Hati semakin rindu manakala mengingat sebentar lagi bulan puasa tiba. Ada rasa senang dan bahagia tahun ini aku bisa melaksanakan ibadah puasa lagi. Saat seperti ini adalah anugerah yang tak terkira, tak terbayangkan yang belum tentu di tahun akan datang aku bisa melaksanakan perintahNya. Saat panggilan pertama kurasa adalah saat bedug berbuka dan seruan sahur yang membuatku merasakan indahnya hidup ini. Itu aku alami semasih berusia belia. Hingga sekarang nikmat puasa selalu kurindukan.

Detik detiknya semakin terasa anak anak tua muda tak sabar berkumpul bersama keluarga ingin rasanya Ramadhan selalu dan setiap saat bersama bukan hanya sekali setahun. Tiap malam taraweh mendengar ceramah bertasbih sepanjang malam suci. Mengagungkan memuliakan rahmatNya memohon ampunanNya. Oh betapa indah dan nikmat terasa.

Menahan haus dan lapar, hawa nafsu adalah yang terutama. Untuk apa puasa kalau cuma menahan haus dan lapar tak ada nikmat terasa bagiku. Tetapi menahan hawa nafsu dan saudara saudaranya itu yang paling sulit bukan hanya untukku tapi mungkin sebagian orang juga merasakan hal yang sama. Aku pernah mengalami saat itu, di pasar aku di paksa seorang pedagang kaki lima membeli dagangannya. Aku sudah katakan dengan sopan bahwa aku belum membutuhkan barang seperti itu. Eh,dia malah bilang aku ibu yang sok sombonglah. Wah sempat mendidih darahku soalnya bukan hanya mulut saja yg berbicara tapi tangan ikut bicara. Alhasil aku minggat secepatnya tapi dalam hati menggerutu dasar brengsek orang gak mau di paksa kesalnya minta ampun,nah lo…!

Kalo di ingat-ingat masih banyak lagi yang aku tanpa sadar menggerutu memaki tapi dalam hati ah…parah ya. Setelah keluar amarah baru tuh sadar Astaghfirullah telat deh Semoga tahun ini di bulan suci Ramadhan aku bisa lebih memperbaiki diri. Membersihkan merenungi semua sebelum memasuki gerbang SuciNya Insya Allah kita saling memaafkan segala kesalah pahaman yang kita lakukan baik di sengaja maupun yang tak disengaja. Puasa pun tanpa sholat hambar ibarat kaki berjalan pincang, aku sering sekali saat berada diluar rumah dan seruan azan memanggil yang ada Ah tar aja deh sampai habis waktunya baru sadar,menunda adiknya malas itulah aku dan tak malu mengakuinya memang benar untuk apa berkata dusta yang diatas Sana tau ia memperhatikan semua makhluknya. Kalau tahun kemarin ibadah puasa yang aku lakukan masih banyak kekurangan ini dan itu nah di tahun ini selama Allah masih memberikanku tarikan nafas aku harus memperbaiki segala kekuranganku.Insya Allah,Amin Ya Rabb…


Published in: on 6 September 2007 at 11:25 pm  Comments (1)  

One Comment

  1. Udah mau puasa ya ? Mohon maaf lahir dan bathin dulu ya.


Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: