Pawaka Di Hatiku

Sepanjang jalan tampak buram dalam pandanganku,peluh membasahi sekujur tubuh.Aku berjalan tanpa lelah dan tak perduli pada apapun dan siapapun disekitarku saat ini. langit senja berwarna merah menerawang bumi yang kupijak ia seakan enggan meninggalkan diriku yang tertatih-tatih dalam langkah dan pikiran yang entah melayang kemana arahnya.Kalut, sungguh kekalutan yang tak dapat aku lihat ujungnya apalagi untuk mempersatukan kedua ujung yang kusut itu.

Hatiku memberonta jiwaku tak terkendali. Bau asap kendaraan dan deruan berisiknya tak membuatku bergeming. Aku hanya ingin menjauh, pergi sejauh-jauhnya kemana kaki ini melangkahkan. Dalam hatiku berbisik “kemanakah akhirnya perjalanan ini? kemanakah perginya keadilan itu?” Suara bisikan itu terus bergema tak berhenti ia semakin membuatku terus mencarinya. (lebih…)

Iklan
Published in: on 30 September 2007 at 11:35 pm  Comments (27)  

Bingkai Hari

Seruan azan membingkai hari
Suara camar membuka pagi

Pekat malam kini berganti
Menyambut hari baru bersemi

Merangkai doa singkapkan tirai
Melangkah menitis hari

Tanggalkan keburukan hati
Rajut kasih tautan nan murni

Nyanyian alam satukan hati
Sujud khusyuk setia menemani

Siraman kalbu menambah nutrisi
Mari bingkai bersama hari demi hari

maghfira.jpgBy: Fira R.

Published in: on 27 September 2007 at 2:51 am  Comments (10)  

Bunda

Berapa banyak waktu selama ini
Kau curahkan untuk merawatku
Berapa banyak peluh selama ini
Kau cucurkan untuk masa depanku

Wajah syahdumu lembut membuai
Mata sayumu tenang mengawasku
Tangan kukuhmu hangat membelai
Semua kau limpahkan hanya untukku

Lembut suara nasehat tak luput kau beri
Tanpa lelah siang dan malam untukku
Kala sakit kau tetap terjaga demi diri ini
Airmata suka duka tetesan kerinduanku

Bunda,kurindukan kasih sayang nan suci
Bunda,kuingin selalu kau ada diketiadaanku
Bunda,maafkanlah segala salah anakmu ini
Bunda, oh bunda sayang doaku selalu menyertaimu…

maghfira.jpgBy: Fira R

Published in: on 27 September 2007 at 2:40 am  Comments (9)  

Yach Sudahlah…

Sekian lama aku mengamati cara bicaramu

Ada yang slalu kau tutupi

Terkadang tak tentu arah menangis sendiri

Kurasa kau salah mengerti

Masih adakah keraguan hatimu…

Coba kau lihat dimataku

Apa mungkin tlah ku ingkari janjiku…

Reff

Bila engkau masih tak percaya ya sudahlah

Namun semua sudah kukatakan agar tiada dusta

Bila masih saja tak percaya ya sudahlah

Namun setidaknya kaupun tau kasihku padamu

Smoga kau mengerti kasihku

Jangan ada tangis lagi diantara kita…

Sekian lama aku mengamati

Cara bicaramu, kurasa kau salah mengerti…

By: Amigos.

Published in: on 24 September 2007 at 11:32 pm  Comments (17)  

Sudahlah, aku pergi…

Sungguh aku tak mengerti

Kau ingkari janjimu

Aku takkan sanggup lagi

Menerima kepedihan ini

Reff

Sudahlah aku pergi

Untuk apa menunggu janji yang tak pasti

Biarlah ku sendiri, akan kubawa kepedihanku

Angin bawa kata hati

Nyanyian duka semesta

Bawa ke alam damaimu

Disini duka ku dapati

Sampai kapan hidupku begini

Kepalsuan semakin merajalela

Kasih sayang kehilangan makna

Semua menjadi percuma…

By: Ahmad Albar

Published in: on 24 September 2007 at 11:32 pm  Comments (2)  

Seni Cinta

Meradang pilu di lubuk sukma
Hadirnya membawa sengsara

Tawanya menghias sudut senja
Mengharu biru untaian kata

Sajak puisi dalam makna
Ada lara disisip cerita

Ada bahagia dirangkai tinta
Kiranya ia adalah nafas dunia
Itulah seni dari cinta…

Fira R 23 September 2007.

Published in: on 23 September 2007 at 2:14 am  Comments (22)