“SUAMIKU”


Suamiku
Dalam tak sadarku tersentak terpaku
Engkau bagaikan malaikat yang menjagaku
Kepakan sayapmu hangat membungkusku
Genggaman kokohmu erat merangkulku

Suamiku
Maaf dan maafku bersimpuh luruh
Segala kedayaan hampa melenaku
Terkungkung mendung nan kelu
Lara terhempas resah berselimut

Suamiku
Sanggupkah aku tanpa cinta bak madu?
Tak terpikirkan mampu tuk memikul
Semua hambar perih merintih dan kacau
Yang akhirnya hidup pun keruh redup

Suamiku
Menapak bersama kita ke peraduan mahligai hidup
Mengalir ke segala penjuru samudra alam biru
Hingga tercipta ruang pesona saling bertaut
Berteguh berpegang bersatu dan bersyukur

Suamiku
Kemanakah perginya ijab kabul?
Kemanakah hilangnya ikrar berpadu?
Dimanakah tempatnya setia tertuju?
Dimanakah tersimpan hati yang terpuruk?

Suamiku
Dalam pelukan sang hening berbalut rindu
Rangkaian Maghfira untaian Rachmat menyatu
Ya Rahman ya Rahim lembut ku sebut AsmaMu
Oh Yang Maha Agung berserah diri hamba padaMu.

rahmat-isteri8888.jpgIlham puisi ini tercipta karena besar rasa sayang seiring bertambah usia perkawinan semakin besarlah rasa sayang itu. Insya Allah obat penawar adalah saling percaya dan obat penyembuhnya adalah berserah diri pada Yang Kuasa,karena KebesaranNya karena
KuasaNya hingga aku memperoleh semua ini,Amin Ya Rabbal Alamin.

“Mafhfira Mimi Rachmat”

Published in: on 29 Agustus 2007 at 12:28 pm  Comments (2)  

2 Komentar

  1. Wih ! Romantis bangat sih lo.
    Melayang sukmaku
    Terbuai goresan tanganmu

    Kata, cinta,dan jiwa
    Oh…
    Sungguh indahnya
    Dan aku terlena

  2. Usia perkawinannya dah brp tahun mbak?


Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: