Meok No Way…


Beberapa waktu lalu saya sedikit bersitegang dengan saudara laki-laki saya. Sebelum  melanjutkan tulisan ini saya sudah yakin pasti anda-anda semua pada setuju dengan pendapat saya. Adik saya sekarang sudah bukan anak kecil lagi.

Bagaimana bisa di sebut anak kecil kalau usia sudah diatas dua puluh lima? Disinilah awal mula saya memanggil adik saya dengan sebutan Meok. Biar dia mau berusaha agar tak lagi menjadi seorang Meok, apalagi sampai menjadi Meok sejati.

Wah kalau sudah begitu bakalan parah dan susah ngobatinnya. Di balik status Meok plus ada tambahan embel-embel sejati nya ini yang membuat saya stres pada adik saya itu. Saya marah pada tempatnya, tidak asal marah atau sembarang marah dan itu pun untuk tujuan dan kebaikannya. Memang hidup itu adalah miliknya saya tak berhak mengatur kehidupannya tapi sebagai seorang kakak dan ia menumpang di rumahku ya wajar bukan jika saya memberitahukan.

Saya punya tanggung jawab selama ia tinggal dan menetap di rumah saya. Ini Jakarta tidak semudah hidup di kampung. So adikku…please janganlah menjadi Meok lagi…tatap ke depan…masa depan menantimu di sana. Buang jauh-jauh Meok itu! Meok(Mau EnakOgah Kerja)  good bye Meok…

Fira R                                                 23 Agustus 2007

Published in: on 23 Agustus 2007 at 12:45 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

The URI to TrackBack this entry is: https://fira.wordpress.com/2007/08/23/meok-no-way/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: