Cerita tentang ibuku.


 rahmat-mother-father-10r-01.jpg Awalnya aku tak mengira akan menginjakkan kaki di rumah sakit MMC kuningan. Hari itu aku membawa ibu mertuaku berobat ke rumah sakit Mitra Jatinegara. Ibu mertuaku sebelumnya telah mendapatkan perawatan selama seminggu di Ternate namun karena di sana fasilitas pengobatan yang diberikan tidak terlalu memadai.

Mungkin di karenakan Ternate kota kecil. Keputusan anak-anaknya membawa ibu mertuaku berobat ke Jakarta dan saat di Mitra seorang dokter ahli syaraf yang menangani ibu mengatakan bahwa beliau harus di scan agar dapat di ketahui apa yang menjadi penyebab sakit kepala beliau oyah ibu mertuaku memang selama bertahun-tahun menderita hipertensi alias darting.

Selama ini beliau selalu tak lepas dari Adalat Oros 30mili, benda kecil yang selalu menemani kemana pun ibu pergi. Obat itulah teman setia ibuku juga termasuk abahku. Namun kini abah sudah terserang stroke selama kurang lebih dua tahun. Inilah resiko dari penyakit tersebut. Jika tidak di jaga akan berakibat fatal.

Sekarang aku kembali ke ibu yang setelah di scan beberapa jam kemudian hasilnya di ketahui bahwa ibu mengalami penyempitan pembuluh darah yang dalam istilah kedokteran adanya infark lakuner basal ganglia kanan kiri. Dokter menyarankan agar di rawat inap. Aku bertanya apakah beresiko tinggi jika tidak di rawat inap apa tidak lebih baik terapi rawat jalan saja.

Tapi saran dokter itu ibu harus di rawat inap di takutkan jika terjadi serangan stroke,karena hasil scan sudah terbukti ada penyempitan. Wah, tiba-tiba pikiranku kacau hati tak keruan terbayang saat abah terserang stroke, tidak..tidak!  Tak lama kemudian aku memberitahukan pada suami dan ipar-iparku. Untuk kesembuhan ibu kami mengiyakan saran dokter Danny di Mitra Internasional untuk rawat inap.

Telepon genggamku berdering lagi saat aku mulai mengisi form untuk rawat inap, suamiku menyuruh membatalkan rawat inap di Mitra dan ia menyarankan di MMC kuningan. Suamiku menginginkan perawatan yang terbaik untuk ibu begitu juga dengan kakak-kakak iparku…bukan berarti Mitra tidak bagus namun entahlah menurut mereka MMC yang terbaik.

Aku hanya sebagai istri dan anak mantu tidak punya kuasa penuh pada ibu. Dokter Danny hanya mengatakan terserah mau di rawat dimana yang penting secepatnya ibu di rawat. Jadilah malam itu aku membawa ibu ke MMC kuningan. Selama di sana ibu di tangani oleh seorang prof Yusuf ahli syaraf yang terbaik di MMC. Sehari dua hari sampai sepuluh hari ibu di rawat   dan Alhamdulillah mengalami kemajuan yang awalnya lemah dan kepala yang sering sakit-sakitan kini sudah membaik. Tensi ibu sudah stabil. Hipertensi harus jaga makanan dan pikiran.

Selama di rumah sakit aku dan ima keluarga suamiku bergantian menjaga ibu. Bila malam tiba aku takut terlelap, takut infus ibu terlepas atau takut ibu jalan ke kamar mandi tanpa sepengetahuanku.

Bagaimana pun ia adalah ibuku juga,aku sudah kehilangan mama tak mau kehilangan ibu yang selama ini sudah ku anggap ibu kandungku. Aku menyayangi beliau merawat beliau sama seperti merawat mama.

Bagiku ibu adalah sorga, doa dan zikirnya penyelamat kami. Ibu mertuaku kini sudah membaik dan semoga ia sehat seperti dulu lagi. Ku tunggu saat ia mengajak berkeliling dari satu mall ke mall lain dari satu pasar ke pasar lain menguber kain potong dan kerudung. Oke ibu aku siap menemanimu kemana pun kau inginkan. Asal jangan sakit ya…

By :fira Rachmat                                    20 Agustus 2007.

Published in: on 20 Agustus 2007 at 12:46 pm  Comments (6)  

The URI to TrackBack this entry is: https://fira.wordpress.com/2007/08/20/cerita-tentang-ibuku/trackback/

RSS feed for comments on this post.

6 KomentarTinggalkan komentar

  1. Menantu yang baik hati.salut.

  2. waaah, mba fira memang menantu yang baik … seneng deh liat en baca blognya … gapapa ya mba … hehehe … gimana masih checkup rutin gak ke prof yusuf? eng,kebetulan juga aku ponakannya … hihihihi … salam kenal yaa mba …

  3. Ass.. hai Teti salam kenal juga yah, wah senangnya aku baca koment kamu. Ternyata kamu orang dekat prof Yusuf yah…iya ibu mertuaku Alhamdulillah sudah agak baikan tar kontrol lagi tgl 1 sept ini. Salam buat prof Yusuf yah Teti…Wassalam

  4. subhanallah. gw salut ma km.

  5. mbak ayah saya juga sama kena stroke infark lakuner di ganglia….duh tolong nama obatnya yg di kasih prof nya donk utk perawatan dirumah….please bgt thanks

  6. mbak fira mohon bantuannya yah nama2 obat utk dimabakn dirumah…ke imel saya aja…remo_pa1000@yahoo.com….makasih bgt


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: