HONGKONG DALAM KENANGAN


Tahun yg lalu tepatnya tahun 2005 aku dan suami berkunjung ke negara Hongkong. Kebetulan suami sedang dalam perjalanan bisnisnya ke negara tersebut. Aku tak mau sia-siakan, kapan lagi aku bisa menginjakkan kaki di negaranya bintang-bintang kesukaanku Andy Lau,Jacky Chen, Teresa Teng,Anita Mui dll yg selama ini hanya ku liat lewat televisi atau membaca lewat koran dan majalah.

Setelah mengurus paspor aku berangkat menyusul suamiku yg telah berangkat bersama rekan bisnisnya. Dalam perjalanan itu sempat terlintas rasa takut. Aku sendiri dan untuk yg pertama kalinya aku pergi keluar negeri. Tapi akuberusaha cuek bebek aja. Dalam hati berdoa semoga sampai dengan selamat. Setibanya di bandara Internasional Hongkong aku bersama beberapa orang Indonesia. Wow takjub memandang megahnya bandara mereka. Was-was melewati bagian pemeriksaan Imigration. Namun semua berjalan aman dan lancar. Suami menjemput tak lama kemudian. Kami dengan kereta api ekspres bawah tanah menuju ke stasiun Central. Kereta bawah tanah ini sangat bersih dan nyaman. Hanya setengah jam kami sudah sampai di stasiun central dari situ aku dan suami dengan taxi menuju ke hotel metro di tung lo wan road. selama dalam perjalannan aku terkagum kagum pemandangan kota hongkong di malam hari. gedung-gedung beton menjulang tinggi di warnai cahaya lampu berkelap kelip.

Keesokan harinya saat suami sedang melakukan pertemuan bisnis, aku berjalan-jalan di sekitar taman victoria park yang tak jauh dari lokasi hotel kami. Victoria park terletak di sebelah utara pulau hongkong. Di apit antara causeway bay danstasiun mass trans railway(MTR) di Tin Hau. Pelabuhannya yaitu pelabuhan Victoria berada di sebelah utara taman ini dan perpustakaan kota berada di sebelah selatan.

Aku tercengang menyaksikan para buruh migran indonesia atau yg lebih sering disebut TKW bertaburan di taman ini. Wajah-wajah mereka tersenyum dan menyapaku.” Bu, lagi vacation ya” aku balas tersenyum.

taman-victoria.jpg

Dari perkenalan itu Yati, Ros dan Ani mereka semua berasal dari nusa tenggara barat NTB. Mereka menawarkan jasa mengantarku berkeliling di sekitar Causeway bay sambil berbincang-bincang kami menikmati suasana di hari minggu itu. Kebetulan hari itu adalah hari libur mereka maka kami menikmati sepanjang hari hingga petang. Yati yg paling lama bekerja di hongkong sudah sangat fasih berbicara dalam bahasa Kanton. Dia pun menawarkan jasanya keesokan harinya karena saat itu Yati sedang memperpanjang masa kerjanya jadi dia menunggu mendapat majikan baru. Selama menunggu Yati bermalam di tempat penampungan untuk diproses.

Waktunya ia gunakan membawaku berkeliling selama beberapa hari. Aku mulai di ajak dari Causeway bay hingga ke pusatperbelanjaan Tsim Sha Tsui. Disini di Tsim Sha Tsui aku di bawa ke kawasan yg di sebut evenue stars di Kowloon tempat para artis dunia perfilman mengabadikan cap tangannya seperti Anita Mui,Jet Lee, Tony Leung, Chow Yun Fat dll. Bahkan disini ada patung bintang film kungfu yg sangat legendaris Bruce Lee setinggi 2meter. Malam harinya di Hongkong Island kami sempatkan menikmati keindahan permainan lampu yg beraneka warna dari gedung-gedung beton yg menjulang tinggi,momen itu di sebut Simphoni of Light.

Kota Hongkong di sebut juga Central City, karena lokasinya menarik untuk kunjungan wisata. Sebagian bangunannya masih berbentuk bangunan kuno yg berusia ratusan tahun. Manakala suami tidak sibuk ia menemaniku berjalan-jalan menikmati pemandangan dan keindahan Hongkong. Ya, hitung-hitung ini adalah bulan madu kami selama hampir 15tahun perkawinan kami.

Aku sangat bahagia bisa menikmati semua ini bersama suami tercinta. kita kembali lagi pada kota hongkong. Di sepanjang pantai pulau hongkong ada sejumlah lokasi yg menjadi terminal penyeberangan serta kawasan wisatanya. Sejumlah lokasi berada dekat dengan air. Seperti antara pulau hongkong dan Kowloon. Wilayah Kowloon bagian selatan adalah wilayah pantai yg saling berhadap-hadapan dengan ibukota hongkong. Wilayah ini terkenal dengan wilayah perdagangan dan bisnis juga wisatanya.

Kowloon menurut sejarahnya adalah kisah sang singa menjaga naga yg di dalam mulutnya menyimpan mustika. singa di maksudkan seonggok bukit karang di daratan kowloon sedangkan naga disini di maksudkan selat sempit yg berada di antara kedua kawasan tersebut. Jadi masyarakat hongkong menyebut bukit singa. Hongkong adalah negara kolonis Inggris mayoritas penduduknya etnis kanton.

Pesona hongkong tetap menarik minat banyak wisatawan dan pelaku bisnis mancanegara. Kota Hongkong lebih ramai saat musim liburan karena Disneyland hongkong siap menghibur para pelancong yg berkunjung. Satu lagi amazing places yg berada di hongkong yg sangat menakjubkan yg saya kunjungi The Peak. Dari ketinggian 373m di atas permukaan laut. Pengunjung dapat menyaksikan keindahan pemandangan spektakulernya di malam hari. Lampu-lampu dari berbagai gedung pencakar langit berwarna warni menambah keindahan hongkong di malam hari. Perjalanan menuju tempat ini menumpang trem atau kereta yg di tarik dari sudut kemiringan 45 derajat. Tempat trem ini di sebut The Historical Peak Tream. Sungguh menakjubkan benar-benar amazing…
By : Fira

 

Published in: on 26 Juli 2007 at 12:08 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

The URI to TrackBack this entry is: https://fira.wordpress.com/2007/07/26/hongkong-dalam-kenangan-3/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: