Aku tersentak oleh lamunanku
Sekujur raga kaku membisu fana
Pandangan buram seketika jua
Pupus oleh ketidak pastian dalam penantian
Hanyut ku mengambang tanpa arah tujuan
Kesal,murka pada sang waktu yang terus berganti
Mengapa harus ku ratap? Sementara belum terjawab
Mengapa memendam asa? Jika harus menahan perih
Sejuta mengapa silih berganti datang dan pergi
Diam,masa bodoh biarkan semua berlalu
Tapi sesak terasa mendekam di relung hati
Kering sudah airmata memendamnya
Pada malam slalu ku berharap selimut hangat
Pada hujan aku meminta sirami asa dan sepiku
Pada setiap hari yang berlalu cepatlah berganti
Aku ingin dikau sekarang hadir memelukku
Aku tak bisa terus bergelut dengan sang waktu
Aku rindu dirimu wahai kekasihku,kamajayaku…
By : Fira R Medio Akhir April 2009

