Terbalut Rindu

Aku tersentak oleh lamunanku
Sekujur raga kaku membisu fana
Pandangan buram seketika jua

Pupus oleh ketidak pastian dalam penantian
Hanyut ku mengambang tanpa arah tujuan
Kesal,murka pada sang waktu yang terus berganti

Mengapa harus ku ratap? Sementara belum terjawab
Mengapa memendam asa? Jika harus menahan perih
Sejuta mengapa silih berganti datang dan pergi

Diam,masa bodoh biarkan semua berlalu
Tapi sesak terasa mendekam di relung hati
Kering sudah airmata memendamnya

Pada malam slalu ku berharap selimut hangat
Pada hujan aku meminta sirami asa dan sepiku
Pada setiap hari yang berlalu cepatlah berganti

Aku ingin dikau sekarang hadir memelukku
Aku tak bisa terus bergelut dengan sang waktu
Aku rindu dirimu wahai kekasihku,kamajayaku…

By : Fira R Medio Akhir April 2009

Diterbitkan di: on 27 April 2009 at 11:51 pm Komentar (4)

Kelana Cinta

Berjuta lembah engkau beranjak
Terbuai semilir angin entah berantah
Kemelut kelam memeluk erat
Nafas cinta berbalut syair dan puisi

Kemanakah gerangan insan mendamba
Kemanakah perginya sang dewa dewi
Dimanakah asa kan berlabuh
Dimanakah tempat tuk merindu

Menapak terjal jiwa nan sepi
Meraup kasih segenggam perih
Noktah merah bersarang sukma
Cinta pergi jauh, sejauh mata hatiku

Merpati putih kirimkan pesanku
Seikat mawar tanda kuberserah
Rangkaian kata cinta kupersembahkan
Dalam keheningan jiwa aku menantimu.

By : Fira R Medio April 2009 sskfca4dtb6ecapi3i1jca5zuutscat1fn5rcahkow3ccab65xn1caqx2kkicax10i9zcatm5rmscanp937ocatgb5m3ca0i60pqcand2skccah0k5p7caefods2cae3ftawca8redz4caf05qj8caeqdgsm1

Diterbitkan di: on 12 April 2009 at 9:37 pm Komentar (5)

“Bejana Airmata”

Semilir angin hanyutkan asa.
Semburat mendung mahligai nestapa.
Badai terjal mengacau balau.
Deras sang hujan menghunjam galau.

Adakah kau tau rasa ini?
Adakah kau peduli ?
Adakah kau sadari?
Adakah kau mengerti?

Hanya alam tempat mengadu.
Hanya malam tempat bersandar.
Hanya airmata puasan jiwa.
Hanya bejana ratapan jua.

Kemarau hati gersang meraung.
Cucuran perih menikam dalam.
Pawaka didih menucuk belulang.
Bejana tampung airmata duka.

By Fira.

Diterbitkan di: on 21 Februari 2009 at 3:32 pm Komentar (9)

Pilar Kasih

Di atas singgasana kurajut dikau
Megah kokoh namun lembut terasa
Lingkaran nurani bersemayam kukuh
Kasih tak kunjung lepas dikau dariku

Langit senja pancarkan aura asih
Mega berpayung cakrawala tiada tara
Sentuhan kasih hangat membalut jiwa
Pesisir pantai melambai mempesona

Gejolak ini hendak kusampaikan kasih
Kemana dan dimana diri mendamba
Jalan meliuk bak tarian alam maya
Hamparan ilalang tak luput merana

Lenaku dendang buaianmu kasih
Rangkul dan eratkan lengan dahagamu
Ucapkan sahaja sajak-sajak asmara
Pilar kasih kan selalu ada tak kemana.

By : Fira

Diterbitkan di: on 27 Januari 2009 at 11:56 pm Komentar (4)

Lentera Jiwa

Keremangan malam nan sejuk
Bertaburkan bintang menggoda hasrat
Di atas rumput hijau ku rebahkan diri
Sungguh indah…hangat membalut jiwa

Embusan angin malam membelai pelupuk
Cahaya bulan menari-nari bak penari surgawi
Bibirku tak kuasa menahan kata “…Ohhhh…”
Jiwaku tak mampu menyingkap pandangan

Selaksa jiwa dalam balutan lentera cinta
Cinta pada sang EmpuNya kehidupan ini
Tak ada kata atau ucapan hanya diam membisu
Berpayung langit ku terlena wahai jiwa

Beralaskan rerumputan permadani alam
Bersandar dalam pelukan sang bayu
Terbuai aroma nikmat kemahabesaranNya
Lentera jiwa hanya milikNya semata…

By : F I R A .R Medio Akhir Juli 2008

Diterbitkan di: on 21 Juli 2008 at 12:26 am Komentar (20)

Menanti Hadirnya

Di kala malam menjelang aku terlena

Kapan engkau hadir sayangku

Hasrat bergelora menantimu

Elusan hangat kan selalu setia

(lagi…)

Diterbitkan di: on 17 April 2008 at 10:23 pm Komentar (25)