Arsip untuk ‘Cerpen’ Kategori

Sajadah Cinta Annisa

Samar dari kejauhan azan subuh berkumandang. Bilik tua di terangi cahaya rembulan mulai memudar.Mimpi tak lagi memahkotai lelapnya Nisa.
Matanya sayup masih tersisa separuh kantuk disana. Bibir tipis dan merah bak delima itu menguap, sambil ia mengucek-ucek matanya. Dalam hitungan detik Nisa sudah duduk di tepi ranjang sambil menarik otot-otot lengannya menyerupai gerakan senam.
“Hari baru telah [...]

Continue reading »

Gerimis Di Boulevard

Bus melaju di tengah derasnya guyuran hujan, petir dan kilat saling bersahutan menambah berat kelopak mata Rina yang tengah duduk berhimpitan di antara para penumpang bus jurusan kota. Bau keringat dan seabreg bau yang lain sudah menjadi langganan hari-harinya,di sisi kanan seorang nenek tengah mengusap balsam pada keningnya. Karena bau balsam yang keras di sertai [...]

Continue reading »

Hongkong Bara Asmaraku

Malam semakin garang dalam balutan pekatnya menemaniku dalam kesendirian. Kilau cahaya lampu di luar jendela kamar menerangi hati yang sepi, sentakan halilintar serta hujan yang semakin lama semakin deras menambah kengerian dan kesepianku. Aku tetap tak bergeming atau beranjak dari kasur empukku, pikiranku mengelana mencari-cari dan menghibur rasa sepi ini. Tak jua ku temukan ketenangan [...]

Continue reading »

MENGAPA

MENGAPA?
Mengapa kau lakukan
Mengapa kau kecewakan
Mengapa kau hancurkan
Mengapa???
Mengapa kau sakiti
Mengapa kau lukai
Mengapa kau hianati
Mengapa???
Aku tak ingin begini
Aku tak mau terjadi
Aku benci diri ini ,benci
Mengapa???
Yah,sejuta tanya menari-nari
Sederas hujan air mata ini
Sebeku es asa di hati
Mengapa harus aku???
Aku tanya skali lagi
Mengapa???
Entah sudah yang ke berapa kali Nena memainkan penanya diatas kertas,ia tetap tak menemukan kepuasan disana. Tumpukan kertas [...]

Continue reading »

Suara Hatiku, Benarkah ?

Di tengah keramaian suasana malam itu aku sama sekali tak menikmatinya, yang ku inginkan pergi menjauh dari tempat tersebut. Canda tawa sanak keluarga,kerabat dan teman bagai suara-suara yang tak jelas. Mereka berkumpul dalam acara keluarga membahas semua tentang arisan sampai ke hal yang menyangkut diriku atau siapa saja yang dalam lingkungan keluarga. Aku terpaku diam [...]

Continue reading »

Pawaka Di Hatiku

Sepanjang jalan tampak buram dalam pandanganku,peluh membasahi sekujur tubuh.Aku berjalan tanpa lelah dan tak perduli pada apapun dan siapapun disekitarku saat ini. langit senja berwarna merah menerawang bumi yang kupijak ia seakan enggan meninggalkan diriku yang tertatih-tatih dalam langkah dan pikiran yang entah melayang kemana arahnya.Kalut, sungguh kekalutan yang tak dapat aku lihat ujungnya apalagi [...]

Continue reading »