Aku tersentak oleh lamunanku
Sekujur raga kaku membisu fana
Pandangan buram seketika jua
Pupus oleh ketidak pastian dalam penantian
Hanyut ku mengambang tanpa arah tujuan
Kesal,murka pada sang waktu yang terus berganti
Mengapa harus ku ratap? Sementara belum terjawab
Mengapa memendam asa? Jika harus menahan perih
Sejuta mengapa silih berganti datang dan pergi
Diam,masa bodoh biarkan semua berlalu
Tapi sesak terasa mendekam di relung hati
Kering sudah airmata memendamnya
Pada malam slalu ku berharap selimut hangat
Pada hujan aku meminta sirami asa dan sepiku
Pada setiap hari yang berlalu cepatlah berganti
Aku ingin dikau sekarang hadir memelukku
Aku tak bisa terus bergelut dengan sang waktu
Aku rindu dirimu wahai kekasihku,kamajayaku…
By : Fira R Medio Akhir April 2009


Posted by Muhammad Saroji on 28 April 2009 at 12:22 am
Assalaamualaikum
wr
wb.
Semoga aku dapat belajar dari sini
Posted by fira on 28 April 2009 at 8:53 pm
Muhammad Saroji,mari kita saling belajar bersama karena saya juga masih harus banyak belajar….makasih udah berkunjung di gubuk Fira yang biasa-biasa ini.Salam kenal juga ya.Wslm
Posted by madagumilang on 28 April 2009 at 6:28 pm
kerinduan yang begitu akut di puisi ini
apa bisa terjadi sebaliknya?
sang kamajaya rindukan dewi ratih?
salam kenal
Posted by fira on 28 April 2009 at 8:56 pm
Madagumilang,salam kenal kembali..makasih udah sudi berkunjung ke gubuk Fira…kerinduan yang teramat mendalam pada sang Kamajaya hingga terciptalah kalimat diatas.Wslm