Berjuta lembah engkau beranjak
Terbuai semilir angin entah berantah
Kemelut kelam memeluk erat
Nafas cinta berbalut syair dan puisi
Kemanakah gerangan insan mendamba
Kemanakah perginya sang dewa dewi
Dimanakah asa kan berlabuh
Dimanakah tempat tuk merindu
Menapak terjal jiwa nan sepi
Meraup kasih segenggam perih
Noktah merah bersarang sukma
Cinta pergi jauh, sejauh mata hatiku
Merpati putih kirimkan pesanku
Seikat mawar tanda kuberserah
Rangkaian kata cinta kupersembahkan
Dalam keheningan jiwa aku menantimu.



Posted by almascatie on 12 April 2009 at 10:12 pm
seandainya tiap jiwa bisa dimengerti oleh yang lain seperti membaca kertas :argg:
Posted by fira on 12 April 2009 at 10:38 pm
Hoooo…bung Almas rupanya the first coment Tq 4 U man
Posted by rizalihadi on 12 April 2009 at 11:42 pm
puisinya oke banget. salam kenal ya mba. mohon bimbingannya
Posted by Balisugar on 13 April 2009 at 1:15 pm
siip,aku sudah kangen mbaca puisi mbak Fira yang lembut bagai Awan
Posted by aQ azzam on 14 April 2009 at 7:03 am
Nice poem