Perjalanan ini cukup melelahkan
Tertatih dan gontai aku menyusuri
Peluh dan lelah merangkai perjalanan
Tiada batas tiada akhir untuk menepi
Memandang jauh tanpa kepastian
Memeluk dikau wahai sang waktu terus berlari
Meraih hasrat nan rindu pada kemenangan iman
Mewujudkan bayangan menjadi nyata dalam puisi
Telaga biru diam membisu ditelan kesunyian
Dahan pohon nan ramping tak lagi menari melambai
Anginpun enggan bersenandung dalam sahutan
Serenada alam ikut merasakan alunan dalam diri
Bila saat itu tiba akankah terbit kebahagiaan?
Bila saat itu tiba masihkah burung riang bernyanyi?
Bila saat itu tiba…aku tak tahu entah kapan
Bila saatnya tiba sujud syukur pada sang Pemberi.
BY: Fira R Medio akhir Februari 2008.


Posted by Sawali Tuhusetya on 26 Februari 2008 at 10:00 pm
percayalah, mbak fira. perjalanan hidup mbak fira akan menemukan kebahagiaan sejati, baik di dunia maupun di akhirat kelak. puisinya bagus banget. yang aku suka rimanya mbak. semua bait berirama dengan diksi yang tepat. eksotis! *menjura sama mbak fira*
Posted by fauzansigma on 26 Februari 2008 at 10:37 pm
bila saat itu tiba semua akan kita relakan..
Posted by rieny on 28 Februari 2008 at 8:54 pm
Kebahagiaan akan datang kepada hamba-Nya…
Yang berserah diri dan selalu tawakal kepada-Nya…
Posted by reviandi on 1 Maret 2008 at 12:50 pm
Puisinya indah. Tapi, aku merasa, tidak ada finishing kata. Semoga, terus berimajinasi dari adaptasi dunia…. reviandi
Posted by hanna on 3 Maret 2008 at 11:33 am
percayalah, hujan pasti akan reda. badai kan berlalu.
Posted by Balisugar on 3 Maret 2008 at 3:04 pm
Bila saatnya tiba kau baru akan tahu, tak ada yang bisa meramalkan hehe…mbak fira apa kabar hari ini ?
Posted by extremusmilitis on 13 Maret 2008 at 4:48 pm
Hmmm, ada apa Mbak? Kok seperti-nya sedang galau sekali?
Posted by Cabe Rawit on 15 Maret 2008 at 12:00 am
Afakah ini fuisi tentang harapan akan datangnya sang jodoh, atau malah kematian?
*ikutan pak Sawali menjura*
Posted by ventin on 18 Maret 2008 at 3:45 am
mbak puisinya oke bgt..
mo menggambarkan harapan yg msh menggantung ya mba..
ahh aku ta pandai menerjemahkan puisi..
tp aku penikmat puisi
lam kenal mba
Posted by Raffaell on 18 Maret 2008 at 10:10 pm
Menurutku sujud syukur kepada sang pemberi ngga perlu ketika saat itu tiba… saat dalam perjalanan ini pun bukanya kita harus tetap bersyukur, atas udara, detak jantung dan nafas yang diberikan olehnya
Posted by devari on 18 Maret 2008 at 10:49 pm
duh puisinya….
inspiring sekali
Posted by » Kenangan Mengusik Jiwa Teratak InsanAbadi on 27 Oktober 2008 at 8:10 pm
[...] 27, 2008 · Filed under Uncategorized Bila Saatnya Tiba Perjalanan ini cukup melelahkan Tertatih dan gontai aku menyusuri Peluh dan lelah merangkai [...]