Perjalanan ini cukup melelahkan
Tertatih dan gontai aku menyusuri
Peluh dan lelah merangkai perjalanan
Tiada batas tiada akhir untuk menepi
Memandang jauh tanpa kepastian
Memeluk dikau wahai sang waktu terus berlari
Meraih hasrat nan rindu pada kemenangan iman
Mewujudkan bayangan menjadi nyata dalam puisi
Telaga biru diam membisu ditelan kesunyian
Dahan pohon nan ramping tak lagi menari melambai
Anginpun enggan bersenandung dalam sahutan
Serenada alam ikut merasakan alunan dalam diri
Bila saat itu tiba akankah terbit kebahagiaan?
Bila saat itu tiba masihkah burung riang bernyanyi?
Bila saat itu tiba…aku tak tahu entah kapan
Bila saatnya tiba sujud syukur pada sang Pemberi.
BY: Fira R Medio akhir Februari 2008.

percayalah, mbak fira. perjalanan hidup mbak fira akan menemukan kebahagiaan sejati, baik di dunia maupun di akhirat kelak. puisinya bagus banget. yang aku suka rimanya mbak. semua bait berirama dengan diksi yang tepat. eksotis! *menjura sama mbak fira*
bila saat itu tiba semua akan kita relakan..
Kebahagiaan akan datang kepada hamba-Nya…
Yang berserah diri dan selalu tawakal kepada-Nya…
Puisinya indah. Tapi, aku merasa, tidak ada finishing kata. Semoga, terus berimajinasi dari adaptasi dunia…. reviandi
percayalah, hujan pasti akan reda. badai kan berlalu.
Bila saatnya tiba kau baru akan tahu, tak ada yang bisa meramalkan hehe…mbak fira apa kabar hari ini ?
Hmmm, ada apa Mbak? Kok seperti-nya sedang galau sekali?
Afakah ini fuisi tentang harapan akan datangnya sang jodoh, atau malah kematian?
*ikutan pak Sawali menjura*
mbak puisinya oke bgt..
mo menggambarkan harapan yg msh menggantung ya mba..
ahh aku ta pandai menerjemahkan puisi..
tp aku penikmat puisi
lam kenal mba
Menurutku sujud syukur kepada sang pemberi ngga perlu ketika saat itu tiba… saat dalam perjalanan ini pun bukanya kita harus tetap bersyukur, atas udara, detak jantung dan nafas yang diberikan olehnya
duh puisinya….
inspiring sekali
[...] 27, 2008 · Filed under Uncategorized Bila Saatnya Tiba Perjalanan ini cukup melelahkan Tertatih dan gontai aku menyusuri Peluh dan lelah merangkai [...]