Arsip untuk Februari, 2008

Bila Saatnya Tiba

Perjalanan ini cukup melelahkan
Tertatih dan gontai aku menyusuri
Peluh dan lelah merangkai perjalanan
Tiada batas tiada akhir untuk menepi
Memandang jauh tanpa kepastian
Memeluk dikau wahai sang waktu terus berlari
Meraih hasrat nan rindu pada kemenangan iman
Mewujudkan bayangan menjadi nyata dalam puisi
Telaga biru diam membisu ditelan kesunyian
Dahan pohon nan ramping tak lagi menari melambai
Anginpun enggan bersenandung dalam sahutan
Serenada alam ikut [...]

Continue reading »

Hongkong Bara Asmaraku

Malam semakin garang dalam balutan pekatnya menemaniku dalam kesendirian. Kilau cahaya lampu di luar jendela kamar menerangi hati yang sepi, sentakan halilintar serta hujan yang semakin lama semakin deras menambah kengerian dan kesepianku. Aku tetap tak bergeming atau beranjak dari kasur empukku, pikiranku mengelana mencari-cari dan menghibur rasa sepi ini. Tak jua ku temukan ketenangan [...]

Continue reading »