23
Sep
Oleh fira pada Puisi. & Komentar
Meradang pilu di lubuk sukma
Hadirnya membawa sengsara
Tawanya menghias sudut senja
Mengharu biru untaian kata
Sajak puisi dalam makna
Ada lara disisip cerita
Ada bahagia dirangkai tinta
Kiranya ia adalah nafas dunia
Itulah seni dari cinta…
Fira R 23 September 2007.
Posted by hileud on 23 September 2007 at 7:03 am
aduh semakin hari puisinya makin indah, aku susah berfikir lagi nulis yang lain, kali aja jadi novel.
Bulan puasa agak slow…
Posted by hanna on 23 September 2007 at 1:41 pm
Wow !! Makin hebat aja nih.Bukan pujian lho ya, tapi mengatakan apa adanya.
Posted by daeng Rusle on 23 September 2007 at 3:46 pm
masya Allah…puisinya dalem banget….
rima nya rapi, pilihan kata nya cerdas!
kalo bisa hadirkan kisah dalam setiap untai kata…:)
Posted by marwan on 23 September 2007 at 5:37 pm
asskm…
mba kok hadirnya membawa sengsara???
bukannya cinta itu indah dan menyenangkan??
maaf saya lugu kalo masalah beginian..hihi
wassalam…
Posted by fira on 23 September 2007 at 9:07 pm
‘Tuk Reni hayo atuh kok loyo kita sama-sama belajar merangkai puisi yach,mba juga masih belajar kok he3. Han semangatmulah yang membuatku untuk selalu dapat menjadi lebih giat lagi.Daeng Rusle tojeng ji ini pujiannya soalnya saya juga masih tahap belajar kodong.Mas Marwan tak selamanya cinta membawa keindahan terus menerus. Kalo indah melulu gak ada sedih dan dukanya itu bukan seni dari percintaan dong….he3.Setidaknya pemikiran saya begitulah.Ada yang salah?
Posted by marwan on 23 September 2007 at 9:37 pm
dalam cinta, kesedihan itu keindahan, penderitaan itu keindahan, duka itu indah, semuanya adalah keindahan..kalo g dibuat indah, ya ntar kita stress sendiri..iy g mba?
Posted by fira on 23 September 2007 at 9:44 pm
Tul juga tuh Wan…wah kamu lebih pandai mengekspresikan cinta dibanding mba…ya masing-masing orang punya pendapat berbeda about love,yang penting kita patut bersyukur masih bisa merasakannya.Tinggal pribadi kita mau diarahkan kemana tuh selanjutnya.He3 Marwan puitis juga lo ternyata(Kamu ketahuan…hik3 kayak judul lagu aja yach).Btw makasih mba dah link tuh…Sip, Wasalam.
Posted by hanna on 23 September 2007 at 9:54 pm
Cinta itu kadang indah, kadang membawa sengsara.
Yang saya bingung kadang cinta membuat saya tidak bijaksana.Giman nih , fir ??? Help me !!
Posted by fira on 23 September 2007 at 10:02 pm
Buat temanku yang paliiiing perhatian,say definisi cinta tuh macam-macam betul katamu bisa membawa sedih juga bahagia makanya itulah letak seninya cinta dan tiap manusia akan mengalaminya mau gak mau.Tergantung di prediksikan dimana”Cinta” nya tuh…he3 tanpa cinta hidup tak berwarna kan.
Posted by hanna on 23 September 2007 at 10:04 pm
Hi3… makasih ya.Iq blon ngerti tentang seni cinta nih.
Cari jodoh dung, wa ka ka ka.
Posted by [irwan] on 24 September 2007 at 1:50 am
Pas, posting Cinta di tanggal 23 September. Seseorang yang ada di hati saya ulang tahun dihari ini.
Posted by Sawali Tuhusetya on 24 September 2007 at 2:20 am
“Ada bahagia dirangkai tinta
Kiranya ia adalah nafas dunia
Itulah seni dari cinta…”
Saya senang dengan larik di atas, Mbak. Bahagia dirangkai tinta. Bukankah tinta itu berkonotasi dengan dunia tulis-menulis. Itu artinya, menulis termasuk bagian dari upaya untuk menggapai kebahagiaan. Hal itu diperkuat dengan larik //kiranya ia adalah nafas dunia//
Wah, tampaknya Mbak Fira benar-benar telah merasakan sebuah kebahagiaan melalui tulisan sampai2 menjadi napas dunia, bahkan menjadi bagian dari seni cinta.
Wah, larik sajak yang saya kira sangat sugestif. Makanya Mbak Fira menggunakan subtitle: MENULIS ADALAH HAL YANG MENYENANGKAN pada judul weblognya.
OK, terus menulis, Mbak, aku tunggu puisi2 Mbak Fira yang lain.
Posted by cozyann1974 on 24 September 2007 at 5:21 am
Hmm… kakak.. tulisan adalah curahan hati, menuliskannya adalah kelegaan diri, pelampiasan asa..
keep poeming.. coz u’re d one
Posted by Imam Mawardi on 24 September 2007 at 6:44 am
rasa bahasanya, sama dengan rasa fisiknya
Posted by Pacaran Islami on 24 September 2007 at 7:11 am
indahnya…
sengsara tapi bahagia
begitulah seni cinta, ‘kan?
Posted by Jendral Bayut™ on 24 September 2007 at 9:43 am
ketika cinta menjadi luka
ketika bahagia berselimut nista
halah
koq aku malah ikutan bikin puisi
btw makin dalem aja puisi2nya mbak
Posted by Pacaran a la ustadz Mustika « kang tutur’s weblog on 24 September 2007 at 11:31 am
[...] luar biasa. Maknanya, tanpa pacaranpun tak mengurangi makna pernikahan itu, karena proses mengenal, mencintai, mengasihi dapat dimulai setelah [...]
Posted by ntan on 24 September 2007 at 8:44 pm
simple but nice
salam kenal
Posted by marwan on 24 September 2007 at 9:41 pm
cinta itu???
cinta ini???
cinta…cinta???
membingungkan,,
tp itulah cinta,,,
makin tambah bingung kalo,, “ada sesuatu dibalik cinta???”
Posted by macanang on 25 September 2007 at 1:57 pm
dalam sekali.. nice..
cinta, kadang dekat tapi serasa jauh, kadang jauh tapi serasa dekat..
Posted by azrolboyz on 31 Oktober 2007 at 8:59 am
puitis sekali
Posted by Terjebak Rayuan Maut « Pacaran Islami on 5 November 2007 at 2:23 am
[...] 3: Maknanya, tanpa pacaranpun tak mengurangi makna pernikahan itu, karena proses mengenal, mencintai, mengasihi dapat dimulai setelah [...]